DialogPolitik

DPR Soroti Pengelolaan Limbah dan Efisiensi Energi Industri Indofood

6
×

DPR Soroti Pengelolaan Limbah dan Efisiensi Energi Industri Indofood

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena saat berdiskusi dengan Direksi PT.Indofood, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, (6/9/2026). Foto: Mario/sai

PALEMBANG, DialogueJakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) lokal dalam rantai pasok PT Indofood. Ia mendorong perusahaan memperkuat praktik produksi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap industri dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Samuel saat kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke PT Indofood di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (6/11/2026).

Menurut Samuel, sebagai perusahaan yang telah menembus pasar global dan menyerap banyak tenaga kerja, Indofood perlu memastikan kapasitas produksinya diimbangi pengelolaan limbah yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia mendorong pengolahan limbah tidak sebatas pembuangan, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan kembali melalui daur ulang dan pengembangan energi hijau. Samuel juga meminta penjelasan mengenai peluang pemanfaatan limbah industri sebagai sumber energi alternatif.

Selain aspek lingkungan, legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu meminta Indofood memperluas kemitraan dengan IKM lokal sebagai pemasok bahan baku. Pelibatan tersebut diharapkan tidak hanya mencakup sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga pemasok bumbu serta berbagai kebutuhan produksi lainnya.

“Standarisasi pemasok memang harus tinggi, tetapi bagaimana dengan pengelolaan limbah dari para pemasok? Apakah mereka juga mendapatkan arahan agar proses produksinya memperhatikan lingkungan,” ujarnya.

Samuel juga menyoroti tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga energi. Ia meminta perusahaan menjelaskan strategi efisiensi energi, termasuk pemanfaatan bonggol sawit sebagai salah satu alternatif sumber energi.

Dalam kunjungan tersebut, Samuel turut meminta klarifikasi perusahaan terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai kandungan dan keamanan produk mi instan. Menurutnya, penjelasan terbuka diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, ia mendorong pengurangan ketergantungan industri terhadap bahan baku impor melalui optimalisasi bahan baku lokal. Salah satunya dengan mengembangkan penggunaan tepung tapioka dalam negeri sebagai alternatif gandum, meskipun kualitasnya saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar memenuhi standar produksi.

Samuel berharap industri besar seperti Indofood terus membuka ruang bagi pemasok lokal melalui peningkatan kualitas dan kapasitas produksi. Dengan demikian, pertumbuhan industri nasional dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri.

“Industri besar harus mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Karena itu, peluang penggunaan bahan baku lokal, pemberdayaan IKM, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah harus terus diperkuat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *