JAKARTA, DialogueJakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Australian Defence Force (ADF) membahas penguatan kerja sama pertahanan dalam pertemuan High Level Committee Australia-Indonesia (HLC Ausindo), Kamis (5/11/2026). Pembahasan mencakup bidang intelijen, operasi dan latihan, pendidikan, hingga logistik.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan mengikuti pertemuan tersebut sebagai bagian dari delegasi TNI. Pertemuan dipimpin Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama sejumlah pejabat dari lingkungan TNI.
Dalam forum tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah bentuk kerja sama yang dinilai saling menguntungkan, termasuk penguatan kapasitas angkatan bersenjata melalui program strategis di berbagai bidang.
Yayan juga menyampaikan rencana pelaksanaan Multilateral Naval Exercise (MNE) Komodo, International Maritime Security Symposium (IMSS), dan International Fleet Review (IFR) pada 2027 di Jakarta. Dia berharap Royal Australian Navy (RAN) dapat mengirimkan delegasi maupun kapal perang untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan multilateral tersebut.
Selain membahas agenda latihan, Asops Kasal turut menyampaikan evaluasi operasi di wilayah perbatasan kedua negara. Evaluasi tersebut diarahkan untuk menekan tingkat pelanggaran keamanan maritim.
Upaya itu, menurutnya, sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali terkait pelaksanaan diplomasi angkatan laut untuk mengamankan kepentingan nasional Indonesia. Diplomasi tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan guna mendukung stabilitas kawasan serta keamanan maritim.






