TANGERANG SELATAN, DialogueJakarta — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman menegaskan bahwa bela negara bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan fisik, tetapi juga lewat integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan Pelatihan Bela Negara kepada 723 mahasiswa tingkat akhir Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Jumat (6/11/2026).
Nurkholisoh mengatakan, dinamika global yang semakin kompleks menuntut Indonesia memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional. Dalam menghadapi tantangan tersebut, ASN memiliki peran strategis menjaga kepentingan negara, salah satunya melalui pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab.
Menurut dia, bela negara bagi calon ASN Kementerian Keuangan dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sehari-hari yang benar dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Dulu membela negara itu dengan bambu runcing, dengan mengangkat senjata. Sekarang, membela negara itu dengan pensil dan pena Anda,” ujar Nurkholisoh.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membentuk tiga karakter utama mahasiswa PKN STAN, yakni disiplin, setia kawan, dan kepemimpinan. Ketiga nilai itu dinilai penting untuk menghadapi tanggung jawab pengelolaan keuangan negara yang semakin besar.
Nurkholisoh mengingatkan, kelak para lulusan PKN STAN akan memegang tanggung jawab besar, mulai dari mengelola penerimaan negara, menyusun kebijakan, hingga memastikan anggaran negara memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tanggung jawab sebesar itu tidak cukup dengan pintar. Butuh disiplin, kekompakan, dan kepemimpinan,” katanya.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa membangun budaya kerja berintegritas sejak awal pengabdian sebagai ASN. Tiga prinsip yang ditekankan adalah jujur, andal, dan peduli.
Menurut Nurkholisoh, kejujuran berarti tidak mengambil sesuatu yang bukan hak dan tidak menutupi kesalahan. Sementara sikap andal diwujudkan dengan bekerja teliti dan tuntas, sedangkan kepedulian berarti selalu mengingat manfaat pekerjaan bagi masyarakat.
“Tiga kata ini sederhana: jujur, andal, peduli. Tetapi apabila dijalankan setiap hari, ketiganya menjadi cara nyata kita membela negara,” pungkasnya.


